Panduan Penggunaan
Cara Pakai Kalender Bali
Panduan singkat untuk memahami kalender Bali dan fitur-fiturnya.
Jelajahi Kalender
Halaman utama menampilkan kalender bulan ini lengkap dengan hari Bali untuk setiap tanggal. Gunakan tombol ← dan → di bagian atas kalender untuk berpindah bulan. Tombol Hari Ini membawa Anda kembali ke bulan saat ini seketika.
Tanggal merah menandakan hari libur nasional. Titik kecil di sudut tanggal menandakan hari itu memiliki Rahinan (hari raya Bali).
Ketuk Tanggal untuk Detail Wariga
Ketuk atau klik tanggal mana pun untuk melihat detail lengkap penanggalan Bali hari itu. Panel detail menampilkan:
- —Saptawara & Pancawara — hari dalam siklus 7 dan 5
- —Wuku — satu dari 30 wuku dalam siklus Pawukon 210 hari
- —Sasih — bulan dalam kalender Saka
- —Rahinan — hari raya Bali yang jatuh pada hari itu
- —Dewasa Ayu — hari baik untuk berbagai keperluan
Cek Perulangan (Fitur Utama)
Di panel detail hari, ketuk tombol Cek Perulangan → untuk mengetahui kapan hari Bali yang sama akan berulang kembali — 5 tanggal berikutnya dalam dua siklus: Wuku (setiap 210 hari) dan Sasih (siklus bulan lunar).
Mengapa Fitur Perulangan Ada?
Dalam tradisi Bali, banyak upacara dan hari istimewa tidak diperingati berdasarkan kalender Masehi, melainkan berdasarkan posisi yang sama dalam siklus kalender Bali.
Otonan — Ulang Tahun Bali
Setiap orang Bali memiliki otonan, yaitu hari kelahiran berdasarkan kombinasi Wuku dan Pancawara. Otonan berulang setiap 210 hari — bukan setiap setahun sekali. Fitur Perulangan (basis Wuku) membantu Anda mengetahui tanggal Otonan berikutnya tanpa harus menghitung manual.
Piodalan — Hari Jadi Pura
Setiap pura memiliki piodalan yang jatuh pada hari dan Wuku tertentu, berulang setiap 210 hari. Dengan Perulangan basis Wuku, Anda dapat melacak kapan piodalan pura berikutnya.
Upacara Berbasis Sasih
Beberapa upacara seperti Purnama (bulan penuh) dan Tilem (bulan mati) mengikuti siklus Sasih (lunar). Perulangan basis Sasih membantu melacak kapan posisi bulan yang sama terulang dalam tahun berikutnya.
Catatan: Hasil perhitungan bersifat referensi pribadi. Untuk keperluan upacara resmi, selalu konsultasikan dengan pemangku atau ahli agama.
Siap mencoba?
Buka kalender dan ketuk tanggal mana pun untuk memulai.